Tag Archives: memory jangka panjang

MEMORI JANGKA PANJANG (LTM)

Standar

MEMORI JANGKA PANJANG (LTM)
DAN ANALISIS KASUSNYA

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Ingatan adalah suatu hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Hubungannya yang sangat erat dengan pola pikir membuatnya menjadi salah satu yang paling sering dan paling menarik untuk diperbincangkan.
Berdasarkan rentang waktu tersimpannya, ingatan yang tersimpan dalam otak manusia terbagi atas dua, yaitu memori jangka panjang dan memori jangka pendek. Memori jangka pendek adalah ingatan yang tersimpan dalam rentang waktu 30 detik jika tanpa pengulangan, dan ingatan yang sedang merespons rangsang dari lingkungan. Sedangkan memori jangka panjang adalah ingatan yang tersimpan secara permanen di otak.
Dari dua jenis memori tersebut, dalam makalah ini penulis akan memfokuskan diri untuk membahas salah satunya saja yaitu memori jangka panjang serta analisis kasusnya.

B.    Tujuan Penyusunan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah
1.    Mengetahui lebih jauh tentang memori jangka panjang (LTM/ long term-memory)
2.    Menganalisis kasus dari sudut pandang teori memori jangka panjang

C.    Batasan Masalah
Berdasarkan pada tujuan yang sudah dirumuskan, maka penulis memfokuskan pembahasan makalah ini pada :
1.    Teori yang terkait dengan memori jangka panjang
2.    Contoh kasus memori jangka panjang
3.    Analisis kasus

BAB II
PEMBAHASAN
A.    TEORI
1.    Neurokognisi dan Memori Jangka Panjang (LTM)
Beberapa daerah di otak yang penting untuk pembentukan memori meliputi hippocampus, batas cortex, dan thalamus. Hippocampus  tidak menghasilkan memori jangka panjang permanen. Karena kebanyakan memori jangka panjang permanen diproses dan disimpan di cerebral cortex.
Prosesnya, informasi yang masuk berjalan terus ke bagian otak spesifik. Info dari mata dan telinga, diberikan kepada korteks visual dan cortex indra pendengar secara berturut-turut. Ada kemungkinan bahwa memori jangka panjang untuk pengalaman berhubungan dengan perasaan juga disimpan di dekat lokasi ini.
Contoh, ketika membaca kata-kata dalam kalimat, informasi dari mata diproses di cortex visual. Tetapi ketika mempertimbangkan arti dari kata-kata yang beraneka ragam, kita menggunakan bagian lain otak, yang kemudian mengaktifkan daerah yang berhubungan dengan memori tentang indera pendengar.

2.    Cara kerja otak
Informasi di dalam memori jangka pendek (STM/ short term-memory) dikonversi di dalam LTM jika informasi itu tinggal di STM cukup panjang. Ini karena STM adalah suatu sirkuit yang bergema dari aktivitas neural yang berlangsung di otak, dengan suatu putaran yang menantang dalam neuron. Jika sirkuit aktif untuk suatu periode, kemudian beberapa bahan kimia menyebabkan terjadinya perubahan structural, memori untuk selamanya disimpan. Menurut riset Craik dan Watkins, jika suatu informasi dikombinasikan dengan yang lain, memori menjadi penuh arti sehingga kemungkinannya untuk diingat dalam jangka panjang meningkat.
Kegairahan, ego-involving, atau pengalaman traumatis nampaknya melekat lebih baik di memori daripada teori politis yang rumit. Sehingga mungkin bisa diasumsikan bahwa factor emosi mempengaruhi ingatan.

3.    Struktur dan Tempat Penyimpanan
Ø    Kode
Di LTM, informasi dengan jelas terkode secara akustis, secara visual, dan secara semantic. Multidimensional persandian informasi di LTM dapat dengan mudah digambarkan. Secara umum, kita dapat menyebut LTM sebagai tempat penyimpanan semua hal dalam memori kita yang sedang tidak digunakan tapi berpotensi untuk retrievable (untuk dimunculkan kembali ke kesadaran/ STM untuk diproses dengan informasi yang baru).
Ø    Organisasi
Cara kita mengingat kembali informasi umum memberi kesan bahwa LTM terorganisir. Kita tidak mungkin bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan masa lalu kalau memori kita tidak secara sistematis terorganisir. Penyajian LTM yang fantastis menyatakan bahwa di dalam otak kita, materi-materi yang ada dihubungkan dengan jalan yang menyeruapi suatu jaringan telepon rumit. Perolehan kembali informasi spesifik terjadi dengan memasuki network, yang mana mampu memanggil cerita yang kita inginkan dari tempat penyimpanannya. Jaringan yang berhubungan dan informasi yang saling berasosiasi jauh lebih rumit untuk dideskripsikan.
Informasi spesifik direkam di dalam suatu jaringan yang sangat praktis dan tersusun baik. Konsep ini menyiratkan informasi baru itu memasuki LTM tidak memerlukan sintese jaringan baru. Sebagai gantinya, informasi baru direkam di dalam organisasi jaringan yang ada.
Ø    Kapasitas dan Jangka Waktu
Kapasitas memori jangka panjang hamper tak terbatas. Saat satu informasi secara aman sudah disimpan, akan tetap ada di sana sampai di waktu yang tak terbatas. Meskipun secara teoritis kita mampu mengingat sebanyak yang kita inginkan, yang menjadi tantangan adalah memanggilnya yaitu mendapatkan informasi yang tepat sesuai dengan yang kita inginkan. Akses pada informasi membutuhkan waktu dan usaha karena kita harus mencarinya dalam lautan informasi yang luas dalam LTM, dan informasi yang jarang dipakai akan makin sulit ditemukan.

4.    Pengkodean secara Spesifik
Prinsip pemberian kode secara spesifik menyetakan bahwa kita akan mampu mengingat kembali dengan lebih baik di masa depan jika kejadian yang ingin diingat diberi kode.
5.    Peningkatan Memori
Kita akan mengingat lebih banyak informasi jika kita memprosesnya pada suatu tingkatan yang dalam. Oleh karena itu, kapanpun kita perlu memperlajari beberapa informasi, berkonsentrasilah pada artinya dan mencoba untuk mengembangkan dengan penyandian menyeluruh (elaborate encoding). Juga, mencoba untuk menghubungkan materi itu ke pengalaman pribadi sebab efek acuan diri menunjukkan bahwa jenis penyandian ini sangat menolong.
B.    CONTOH KASUS MEMORI JANGKA PANJANG
Kasus ini tidak dikutip dari buku manapun, melainkan melalui penuturan langsung subjek yang bernama JSA kepada penulis. Subjek berusia 22 tahun saat menuturkan cerita ini dan sedang kuliah di Universitas Negeri Malang. Untuk selanjutnya, kasus ini akan disebut dengan “Kasus Orpheus”.
Subjek menyukai komik berjudul jedela Orpheus sejak duduk di bangku sekolah dasar. Menurutnya, komik ini sangat bagus. Subjek sangat suka buku-buku yang diselipkan di dalamnya fakta sejarah. Karena itu, subjek mengikuti jalan ceritanya sejak awal hingga seri terakhir.
Selain itu, subjek menyukai komik ini karena jalan ceritanya yang sangat menguras emosi, yaitu tentang sepasang kekasih yang berasal dari dua Negara berbeda, di mana si lelaki berasal dari kaum pemberontak Rusia Bolsyevik, sedangkan si gadis berasal dari kalangan bangsawan Jerman. Kisah cinta mereka tak pernah mulus sejak awalnya, sebab si lelaki tak pernah menginginkan si gadis bersamanya, walaupun mereka sama-sama tahu kalau mereka saling suka.
Setting mayoritas cerita ini adalah Negara Rusia. Oleh karena itu, saking senangnya subjek dengan cerita tersebut, subjek selalu tertarik pada apapun fakta-fakta baru yang menyebutkan “Rusia” di salah satu bagiannya.
Hingga duduk di bangku Sekolah MEnengah, subjek selalu masih menceritakan jalan cerita dalam komik tersebut dengan semangat pada teman-teman yang bertanya padanya tentang salah satu buku yang dia suka.
Tahun pertama duduk di bangku kuliah, subjek ingin sekali mengungkapkan kesukaannya pada kisah dalam komik itu dan Rusia, maka subjek sengaja browsing di internet untuk mencari suatu hal yang menarik yang bisa dibuat kisah baru. Tentang Rusia, dan hal menarik yang ia putuskan jadi bahan cerita adalah ledakan nuklir di Chernobyl.
Sejak itu, setiap kali subjek merasa kekurangan data untuk bahan cerita, subjek selalu browsing untuk data tambahan. Data apapun yang bisa membantu novelette-nya ia lahap, tak peduli bahasa Indonesia atau bahasan Inggris. Kata subjek, sebenarnya ia juga ingin melahap yang berbahasa Rusia karena menurutnya akan lebih banyak lagi bahan yang bisa ia ambil dari situ. Namun karena tidak menguasai bahasa Rusia, subjek cukup berpasrah dengan melihat gambar-gambarnya saja.
Sampai di tahun ketiga subjek duduk di bangku kuliah (tahun 2009 ini), subjek masih mampu menceritakan garis besar hamper semua yang pernah ia dapatkan untuk novelette-nya. Sampai saat subjek menuturkan cerita ini, ia masih selalu tertarik dengan semua yang berbau Rusia. Bahkan subjek bercita-cita untuk pergi ke Rusia suatu saat nanti, untuk melihat seperti apakah sebenarnya Negara yang dilihatnya sangat mengagumkan dalam Jendela Orpheus tersebut.

C.    ANALISIS KASUS
Jika menilik dari penuturan subjek bahwasanya dia pertama kali membaca dan tertarik pada komik ini adalah saat duduk di bangku Sekolah Dasar, maka sudah pasti rentang waktu 8-9 tahun yang dilaluinya melibatkan memori jangka panjang subjek tersebut. Yang jadi pertanyaan adalah : bagaimana memori tersebut dapat bertahan sekian lama.
Semua materi tentang  psikologi kognitif saling berkaitan, sebab sama-sama membahas tentang otak dan segala system yang terjadi di dalamnya. Dalam pembahasan sebelumnya, disimpulkan bahwa metode mnemonic yang digunakan subjek untuk mengingat cerita ini adalah metode pancang, yaitu yang menghubungkan informasi yang selalu ingin diingat oleh subjek dengan info-info mutakhir, dimana yang berperan sebagai pemancangnya adalah factor emosi dan minat. Sebagaimana yang dinyatakan dalam teori peningkatan memori bahwa kapanpun mempelajari sesuatu, konsentrasilah pada artinya dan mencoba untuk mengembangkan dengan penyandian menyeluruh, atau mencoba untuk menghubungkan materi yang ingin diingat dengan pengalaman sendiri akan sangat membantu.
Dalam kasus ini, factor “ini adalah salah satu hal yang saya minati” dapat dikategorikan sebagai kode spesifik dalam jalur penyimpanan informasi dalam pikiran subjek.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan dari tulisan ini adalah :
1.    Daerah otak yang penting untuk pembentukan memori meliputi hippocampus, batas cortex, dan thalamus. Memori jangka panjang permanen diproses dan disimpan di cerebral cortex.
2.    Informasi dalam STM akan dikonversi ke LTM  jika info tersebut tinggal di STM cukup lama.
3.    Informasi yang disimpan dalam LTM sangat terorganisir, dan terkode secara akustis, visual, dan semantic. Kapasitas informasi dan jangka waktu penyimpanannya dalam otak juga tak terbatas.
4.    Untuk meningkatkan memori, kita dapat menggunakan beberapa cara, di antaranya adalah menghubungkan dengan pengalaman pribadi.
5.    Menelaah Kasus Orpheus, ditemukan bahwa ingatan subjek terhadap alur cerita dalam komik tersebut bertahan selama 8-9 tahun. Sehingga bisa dikatakan bahwa sampai saat ini, LTM subjek sudah menyimpan detail cerita tersebut kurang lebih 9 tahun.
6.    Subjek menguatkan LTM-nya dengan menggunakan metode pancang (peg word), atau pengasosiasian informasi yang lama dengan yang baru untuk mengingat info-info tersebut secara menyeluruh.Alat pancang yang digunakan adalah emosi dan minat, dimana minat dalam kasus ini juga berfungsi sebagai kode spesifik penyimpanan informasi di otak.

DAFTAR PUSTAKA
Solso, R.L. 2001. Cognitive Psychology sixth edition. Ally anda Bacon, Inc.
Matlin, M.W. 1994. Cognition fourth edition. Harcourt Brace College Publishers.